Rekomendasi Wisata Anti Mainstream Jogja Sangat Menyenangkan

<pre><pre>Rekomendasi Wisata Anti Mainstream Jogja Sangat Menyenangkan

Wisata Jogja Anti Mainstream– Bepergian atau liburan bukan hanya dia yang ada untuk berfoto demi keperluan Media sosial. mencari tempat wisata baru untuk orang-orang kreatif sering dijadikan tempat mencari ide, proses berfikir sekaligus berkreasi. nah cocok dengan wisata jogja anti mainstream.

Ngomong-ngomong mencari tempat wisata yang belum pernah kamu kunjungi atau yang baru saya punya ide untuk mencoba mengunjungi wisata anti jogja Arus utama mana yang sangat seru dan recommended dari saya, sekarang saya punya beberapa wisata di jogja yang anti mainstream ya .. mau tau?

Berikut beberapa wisata Jogja anti mainstream yang sangat seru untuk kamu kunjungi:

Menangkap Momen di Stasiun Lempuyangan, Kompleksitas Sederhana Yang Memiliki Nilai Istimewa

perjalanan anti-arus utama

Halaman Parkir di Stasiun Lempuyangan

Pencipta seni dan sastra akan menyebut perjalanan sebagai pembelajaran. Tidak ada yang lebih menjadi sasaran selain sumber gagasan berupa ketenangan atau bahkan keramaian itu sendiri. Di Jogjarta, segala sesuatu yang menarik inspirasi tampak semakin bertebaran dan menjamur. Stasiun Lempuyangan sebagai salah satu titik awal dan akhir, menampilkan pesona urban yang bersahaja.

Kesibukan di stasiun Lempuyangan tidak dipadati oleh keramaian, meski pun orang lewat tanpa henti. Penduduk lokal pendiam, turis lokal bingung menyeret koper. Gambar yang bisa dinikmati dengan kamera di tangan, buku catatan dan pena, atau kertas sobek dari buku sketsa.

Apa yang kita dapatkan di sana mungkin tidak sesegar pegunungan, tidak seluas garis pantai. Tetapi sesuatu yang terlalu biasa dan sudah menyatu dengan kehidupan sehari-hari banyak manusia, tanpa memperhatikan lebih banyak. Tepatnya disitulah letak magis stasiun Lempuyangan.

Tawarkan rutinitas yang membujuk mata orang kreatif untuk terlihat lebih jeli, atau memaksa mereka menikmati hal-hal sederhana dengan cara yang lebih istimewa, seperti jogging.

Berdialog dengan lukisan di Bentara Budaya Jogjakarta

Pariwisata anti arus utama

Koleksi barang kuno di Bentara Budaya Yogyakarta

Menikmati karya seni, bisa menjadi salah satu cara untuk menaklukkan arogansi sebagai traveller saat travelling. Saat kita datang ke Bentara Budaya Jogjakarta – sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah tua dari luar, kita akan langsung lupa dengan jadwal yang sudah diatur selama liburan kita.

Lukisan-lukisan yang dipamerkan secara rutin di sana akan menyedot para penikmat seni untuk tidak pernah terburu-buru dalam berkarya. Termasuk setelah mendapatkan ide dan melakukan proses kreatif. Di sini pun kita bisa melepaskan persoalan realitas hidup yang terlalu rasional, hanya dengan mengamati ciri-ciri abstrak dari berbagai lukisan yang dipamerkan.

Sesekali kita juga membiarkan alam bawah sadar ikut bercakap-cakap dengan guratan cat di kanvas yang membentuk pola tak beraturan. Kita tentu tidak butuh uang atau materi apapun untuk mengerti

semua keindahan itu – keindahan itu. Kita hanya butuh waktu dan kejujuran untuk memahami diri kita sendiri agar bisa memahami semua makna keindahan lukisan itu.

Menemukan Surga Kecil di Taman Bibi

jogja anti mainstream tourism

Ruang tamu di Bibi & # 39; s Garden

Kebun Bibi memang tidak terletak di pusat kota Jogja yang mudah dijamah wisatawan yang mengejar eksistensi. Dia memang pilihan yang bagus dan secara signifikan ditujukan untuk orang-orang yang benar-benar menyukai buku. Terletak di sebuah perumahan kecil, taman Bibi menyambut setiap pengunjung dengan suasana yang hangat dan akrab.

Koleksi buku yang ditawarkan pun tidak sebanyak toko buku pada umumnya, hanya beberapa rak. Tapi jangan khawatir, di sini kita hanya akan menemukan buku-buku berkualitas. Semua buku di sini juga memiliki nilai asli dari berbagai negara. Konsekuensinya tentu saja bahasa pengantar untuk semua buku adalah dalam bahasa asing (tidak hanya bahasa Inggris, ada beberapa dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Latin).

Ada dua pilihan yang ditawarkan untuk membacanya, kita bisa membaca langsung di tempat sampai jam buka warung tutup, ditemani berbagai jajanan dan diskusi dengan pemiliknya. Atau cara kedua yang menjadi favorit sebagian pengunjung yaitu mengadopsi koleksi buku yang ada untuk kepemilikan pribadi. Hanya berkisar lima belas ribu rupiah sampai tujuh puluh ribu rupiah saja sudah bisa kita bawa pulang bukunya.

Smart Kongkow di Kedai Basa Eksotis – Basi

jogja anti mainstream tourism

Toko Kecil Kongkow, Dipadati Pengunjung

Jogja pada malam hari adalah waktu yang tepat untuk berkumpulnya orang-orang pintar tanpa jabatan dan seragam. Kafe Basa – Basi adalah satu dari sekian tempat yang mampu mempertemukan penulis lokal, seniman jalanan, akademisi, dan penulis untuk berdiskusi. Diiringi secangkir kopi atau teh hangat, para pria dan wanita di sana membicarakan banyak hal tentang kehidupan dengan berbagai teori dan pandangan filosofis.

Kafe Basi – Basi juga mirip dengan identitas yang dimiliki banyak kedai kopi lain di Jogjakarta, yang tidak hanya menyajikan kopi dan makanan, atau paling banter seperti kedai kopi di kota-kota besar yang juga menjual tempat nongkrong cantik sebagai spot foto. Sebaliknya, ini adalah toko yang membungkus dirinya dengan elemen yang menyentuh selera estetika seseorang melalui seni dan sastra.

Tak perlu heran dengan wajah-wajah toko, kafe, bahkan yang sederhana seperti kedai kopi di Jogja yang menyublimkan diri sebagai galeri dan perpustakaan, ternyata ramai dikunjungi pengunjung. Sementara itu, kafe, pertokoan dan sejenisnya yang menawarkan konsep kekinian bahkan tak berusaha dikenal banyak orang.

Merenung dalam Keheningan di Toko Lir

jogja anti mainstream tourism

Dekorasi yang indah di kamar Lir Shop

Siapa sangka rumah sepi nan asri di Jalan Anggrek, kawasan Gondokusuman Jogjakarta ini berisi begitu banyak hal sempurna, bagi para pecinta seni dan sastra?

Ya, namanya Lir Shop.

Sebuah rumah dengan koleksi buku yang kaya akan wacana. Tak hanya itu, jika beruntung, pengunjung yang datang bisa menikmati beberapa karya seni, karena Lir Shop juga menyediakan dua ruangan di dalam rumah sebagai galeri kecil untuk seniman lokal yang ingin menggelar pameran tunggal.

Lir, juga, adalah tempat yang tepat untuk menyendiri. Suasana tenang dari hiruk pikuk hiruk pikuk akan memudahkan kita untuk fokus pada inspirasi. Suasana sepi disini memang bukan sekedar tagline dan dibuat-buat. Untuk itu, pengunjung yang hanya berpura-pura menyukai seni dan sastra, dan tidak terlalu suka sendirian, pasti tidak akan bisa berlama-lama di tempat yang begitu istimewa.

"Nah itu tadi beberapa wisata jogja anti mainstream, ada lima tempat yang cocok untuk kontemplasi atau mencari ide kreatif baru, berburu kelima wisata tersebut"