Kenali lebih jauh tentang budaya sandal di Jepang

<pre><pre>Kenali lebih jauh tentang budaya sandal di Jepang

Sandal … siapa sih yang gak tau dengan alas kaki yang satu ini? Tidak hanya simpel & nyaman digunakan, sandal saat ini juga menjadi bagian dari gaya berbusana dengan berbagai bentuk dan warna. Namun sedikit berbeda dengan budaya di Jepang, penggunaan sendal sendiri tidak hanya dipandang sebagai alas kaki, tetapi juga memiliki sejarah & filosofi tersendiri dalam memakai sendal di Jepang. Bagi yang pernah ke Jepang atau tertarik dengan budaya Jepang, mungkin pernah melihat beberapa bentuk sandal di Jepang, yuk saling mengenal lebih dekat.

Geta (sumber: https://www.seattlepi.com/local/slideshow/Bon-Odori-Festival-16079.php)

Jenis sandal jepang yang pertama akan kita bahas adalah Mendapatkan. Geta adalah alas kaki yang terbuat dari kayu, biasanya geta ini digunakan sebagai kimono atau pendamping yukata pada acara-acara non formal. Bentuk geta sendiri sangat unik, dengan bagian tumit kayunya yang menonjol dan dibentuk terpisah, tujuannya untuk memudahkan pemakainya untuk berjalan melewati jalan berlumpur saat hujan. Berdasarkan hasil penelitian situs arkeologi di Jepang, geta diyakini sudah ada sejak abad ke-8 SM (dikenal juga dengan zaman Yayoi). Saat itu geta dikenal dengan namanya TagedaBentuknya cukup berbeda dengan geta yang kita kenal sekarang karena fungsi utamanya adalah sebagai alas kaki para petani saat bekerja di sawah.

Tageda (sumber: https://www.akibanation.com/)

Salah satu bentuk geta yang populer adalah geta yang biasa digunakan oleh apa yang disebut maiko okobo atau Pokkuri Geta. Geta jenis ini khusus diperuntukkan bagi wanita maiko. Geta bisa digunakan dengan kaki telanjang atau dengan memakai apa yang disebut kaus kaki khusus tabi, tetapi opsi kedua ini lebih sering ditemukan untuk penggunaan zori.

Okobo atau pokkuri geta (sumber: https://theculturetrip.com/)

Zori, seperti geta, juga merupakan sandal tradisional Jepang yang terbuat dari kayu, yang membedakan keduanya adalah pentingnya acara dan desainnya. Jika geta biasanya digunakan untuk acara non formal seperti nonton festival, zori lebih banyak digunakan untuk acara formal terutama bagi wanita yang memakai kimono untuk acara khusus hingga pernikahan. Permukaan zori biasanya dilapisi dengan kulit, kain atau vinil, jadi cara terbaik untuk memakai zori adalah dengan memakai tabi.

Zori (sumber: https://matcha-jp.com/id/3536)

Zori digunakan dengan tabi (kredit: Wikipedia)

Zori memiliki desain yang beragam sesuai dengan kebutuhan. Zori wanita pada bagian tumit dibuat lebih besar dengan sol yang membulat menyerupai bentuk wedges sendal pada umumnya, sedangkan untuk pria zori dibuat agak bulat dan lebih pipih disebut juga setta.

Setta (sumber: https://www.akibanation.com/)

Zori berasal dari penggunaan waraji, yaitu sandal yang terbuat dari jerami dan biasa digunakan oleh orang jepang pada masa lalu. Dengan berkembangnya zaman waraji, hal ini berkembang menjadi zori dengan perbedaan utama yaitu tidak ada penggunaan tali untuk diikatkan pada mata kaki. Saat ini waraji hanya dipakai untuk cosplay atau oleh biksu Buddha.

Waraji (sumber: https://theculturetrip.com/)

Selain geta dan zori, ada jenis sandal lain yang digunakan di Jepang, namun lebih untuk di dalam ruangan yaitu Heyabaki. Heyabaki, menurut namanya yang artinya rumah (Hei) dan sandal (baki), adalah sandal yang digunakan di rumah. Sandal ini biasanya terbuat dari kain atau bahan berbulu yang biasa digunakan untuk handuk. Ada Heyabaki khusus yang disediakan untuk tamu yang berkunjung atau ditempatkan khusus di kamar mandi. Heyabaki akan digunakan oleh tamu karena dalam adat Jepang tidak sopan memasuki rumah seseorang tanpa alas kaki atau memakai alas kaki yang bersentuhan dengan tanah atau jalan luar. Tidak hanya di rumah, heyabaki juga tersedia di hotel-hotel Jepang, khususnya hotel-hotel berjenis ryokan.

Heyabaki disediakan di area pintu masuk rumah-rumah di Jepang (https://japanesestyle.com/)

=

Sumber:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*