Wisata Religi dan Sejarah di Masjid Agung Surakarta


Masjid Agung Surakarta bagian depan

Masjid Agung Surakarta di depanMasjid Agung Surakarta di depan

Solo adalah kota yang menyimpan berbagai budaya dan jejak sejarah. Mulai dari tradisi lokal, spesialisasi kuliner, bangunan bersejarah, dan tempat bersejarah. Bentuk budaya dan peninggalan sejarah dapat dilihat di salah satu bangunan penting di Solo, Masjid Agung Surakarta. Masjid Agung Surakarta terletak di Jalan Masjid Agung No.1, Kauman, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta. Masjid ini terletak di sebelah barat Alun-alun Utara Surakarta dan di sebelah utara Pasar Klewer, pasar batik yang menjadi sasaran para wisatawan di Solo. Lokasinya yang berdekatan dengan Pura Mangkunegaran, salah satu bangunan ikon di Solo, menjadikan masjid ini salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh wisatawan. Selain wisata religi, banyak hal yang bisa didapat dari Masjid Agung Surakarta, salah satunya adalah pengetahuan sejarah.

Masjid Agung Surakarta adalah peninggalan kerajaan Islam Mataram. Sebelumnya, masjid ini memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Surakarta. Ini karena seorang raja selain menjadi otoritas tertinggi dalam pemerintahan, juga memegang peran penyiar agama. Masjid Agung Surakarta berdiri di daerah yang berdekatan dengan Istana, di mana ia terinspirasi oleh Masjid Agung Demak yang juga dibangun dekat dengan istana dan alun-alun.

Gapura atau Gerbang untuk Memasuki MasjidGapura atau Gerbang untuk Memasuki Masjid

Masjid Agung Surakarta memiliki arsitektur yang kental dengan nuansa Jawa. Atap masjid dalam bentuk tumpang tindih, seperti di sebagian besar masjid tua lainnya di Indonesia. Bentuk kubah masjid juga gaya Jawa. Bentuknya menyerupai pakubumi. Penambahan kubah masjid dilakukan oleh Pakubuwono IV. Di serambi dan di masjid juga masih memelihara kayu sebagai penyangga, meski telah dilengkapi dengan beberapa penyangga beton. Ada kolam yang mengelilingi bangunan utama masjid, tepatnya di depan serambi masjid, yang digunakan agar setiap orang yang akan masuk masjid selalu bersih. Namun, sekarang kolam ini tidak lagi berfungsi karena beberapa alasan.

Selain bangunan utama masjid, di kawasan Masjid Agung Surakarta ada juga beberapa bangunan bersejarah lainnya seperti jam matahari, menara dan gerbang unik. Jam matahari dibuat selama Pakubuwono X. Jam matahari ini digunakan untuk menentukan waktu sholat. Meskipun tidak digunakan lagi, integritas bentuknya selalu dipertahankan sampai sekarang. Hasil perawatannya sangat terlihat, jam kecil ini ada di depan sisi selatan masjid, ditempatkan di kotak kaca dengan huruf Jawa di bagian bawah. Jam matahari ini adalah salah satu hal unik tentang Masjid Agung Surakarta. Di sisi utara masjid ada juga bangunan megah yang merupakan peninggalan bersejarah, yaitu menara. Di dinding menara ada ukiran yang bertuliskan X, yang menunjukkan bahwa menara itu dibangun oleh Pakubuwono X. Saat ini di puncak menara ada sejumlah penelepon doa. Menara ini juga sering digunakan oleh pengunjung untuk mengambil gambar karena keunikan dan keagungannya.

Menara Masjid Agung SurakartaMenara Masjid Agung Surakarta

Bangunan lain yang tak kalah megah dan unik adalah gerbang atau gerbang masuk Masjid Agung Surakarta. Jika bangunan lain di area masjid adalah Jawa, berbeda dari bangunan ini. Gerbang atau gerbang masuk masjid ini bergaya Timur Tengah, yang juga merupakan hasil dari perubahan selama era Pakubuwono X, yang pada awalnya adalah Jawa. Gerbang atau gerbang terdiri dari tiga pintu, di mana pintu tengah lebih besar dari dua pintu yang mengapitnya. Di bagian paling atas gerbang ada jam (seperti jam dinding). Gerbang masuk masjid ini menjadi keindahan tersendiri dari Masjid Agung Surakarta.


Like it? Share with your friends!

0

DON'T MISS