Siluet Senja di Desa Sega


Siluet Senja di Desa Sega

Rumah-rumah terlihat di seberang sungai.Rumah-rumah terlihat di seberang sungai.

Wisata Sungai Arut mulai membaik. Sungai yang menjadi ikon Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, kini menjadi lokasi yang banyak dikunjungi orang setiap hari.

Salah satu tempat menarik di sini adalah lokasi wisata Kampung Sega. Sega berarti cantik atau cantik dalam bahasa lokal, Bahasa Mendawai. Sungai Arut, yang dihuni oleh penduduk asli, telah mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat akhir-akhir ini, mulai dari merapikan jalan setapak hingga mengecat rumah-rumah penduduk dengan warna-warna cerah. Sekarang pemerintah setempat menyebut desa ini kota tepi laut. Tujuannya adalah untuk "menghidupkan kembali" kejayaan Sungai Arut.

Sungai Arut mengalir ke barat daya, melewati empat desa, yaitu Mendawai, Mendawai Seberang, Raja, dan Raja Seberang, sehingga wisatawan yang mengunjungi situs wisata Sega Kampung dapat menikmati matahari terbenam saat senja. Siluet rumah dan tempat ibadah akan menghiasi matahari di ufuk barat, dan tentu saja ini pemandangan indah bagi para pelancong.

Landmark I Love Kampung Sega terkenal sebagai foto latar belakang.Landmark I Love Kampung Sega terkenal sebagai foto latar belakang.

Landmark

Di desa Sega tengara juga dibangun. Penandanya adalah tulisan I Love Kampung Sega yang cukup besar. Tulisan akan terlihat berwarna ketika mendekati malam karena dilengkapi dengan lampu di dalamnya. Tengara ini persis di perbatasan tanah dan sungai dengan jembatan yang melengkung ke arah sungai di kedua sisi tengara. Tidak perlu khawatir karena ada keamanan yang sangat aman untuk anak-anak di tempat ini.

Selain itu, di sekitar landmark ini juga dilengkapi dengan lampu penerangan bertenaga surya, benar-benar sangat hemat energi. Untuk bersantai juga tersedia kursi taman yang menghadap ke sungai. Menghabiskan waktu dari malam ke malam terasa khidmat, mengasyikkan, dan keren! Fasilitas lain yang tersedia adalah stasiun pemadam kebakaran dan toilet umum. Menariknya, toilet pria dan wanita dibedakan dari Mendawai, yaitu hatuwe (pria) dan bawi (wanita).

Petualangan

Sebenarnya, jika ingin lebih ditantang, wisatawan bisa berjalan di sepanjang tepi Sungai Arut. Memang jalur yang ada tidak terlalu lebar sehingga siapa pun yang melewatinya harus berhati-hati. Namun, ini akan menjadi petualangan yang mengasyikkan karena wisatawan dapat menyapa penduduk dan menemukan objek foto seperti melewati perahu motor atau rumah tradisional.

Pintu masuk ke desa Sega dan beberapa warung makanan dan minuman.Pintu masuk ke desa Sega dan beberapa warung makanan dan minuman.

Oh ya, tidak perlu takut kelaparan dan haus, di pintu masuk desa Sega sudah tersedia warung-warung modern yang menjual berbagai makanan dan minuman. Di tempat ini juga dalam kurun waktu sebulan sekali, ada acara yang menghadirkan keragaman kuliner tradisional dari penduduk setempat. Acara itu disebut mehampar wadai (kue menyebar) di sepanjang Sungai Arut di sepanjang jalan setapak, terutama di Kelurahan Raja. Untuk mengetahui jadwal acara ini, Anda bisa langsung mengikuti instagram dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat (@visitkobar).

Cara Menjangkau

Lokasi wisata Kampung Sega tidak jauh dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Ini karena bandara ini terletak di Kota Pangkalan Bun dengan jarak sekitar 8 kilometer dari Sungai Arut. Wisatawan dari luar kota dapat berkendara ke Desa Mendawai atau menggunakan teknologi seperti Google Maps dengan tujuan Kampung Sega Waterfront City Pangkalan Bun.

Mungkin ada yang bertanya, apa tiket masuk ke daerah ini? Ketika artikel ini dibuat, pengunjung hanya membayar biaya parkir normal jika mereka membawa kendaraan sendiri di lokasi parkir yang berada di pintu masuk ke landmark Kampung Sega.

Tertarik dengan petualangan di kota manis Pangkalan Bun? Luangkan waktu untuk menikmati nostalgia untuk wisata bahari di Desa Sega Sungai Arut.


Like it? Share with your friends!

0

DON'T MISS