Pesona Matahari Terbit dan Terbenam di Geoforest Watu Payung, Gunung Kidul


Pesona Matahari Terbit dan Terbenam di Geoforest Watu Payung, Gunung Kidul

Spot foto favorit sekaligus gardu pandangSpot foto favorit sekaligus gardu pandang

Biasanya dalam satu tempat hanya bisa digunakan untuk melihat matahari terbit atau terbenam saja. Akan tetapi di Geoforest Watu Payung menyuguhkan wisata matahari terbit sekaligus matahari terbenam. Jadi, tidak hanya bisa melihat matahari terbit saja tetapi juga bisa digunakan sebagai tempat untuk melihat matahari terbenam. Watu Payung merupakan tempat wisata sekaligus geoforest atau hutan konservasi. Lokasi dari Watu Payung ini memang berada di tengah hutan konservasi.

Lokasi

Geoforest Watu Payung memiliki alamat lengkap di Dusun Turunan, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Meskipun wisata ini sudah memasuki kawasan Gunung Kidul tetapi lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jika datang dari Imogiri akan lebih dekat lagi. Dari pusat Kota Yogyakarta dapat ditempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Salah satu tanda jika sudah akan sampai ke lokasi ini adalah memasuki area hutan konservasi yang banyak ditumbuhi tanaman jati. Sebaiknya saat datang ke Watu Payung pastikan kendaraan dalam keadaan sehat karena kondisi jalan yang naik turun. Jika ingin menggunakan bantuan Google Maps bisa menggunakan kata kunci ‘’Geoforest Watu Payung Turunan’’ karena sebenarnya di wilayah Gunung Kidul sendiri banyak terdapat tempat wisata yang menggunakan nama Watu Payung juga.

Gerbang masuk Watu PayungGerbang masuk Watu Payung

Info Wisata

Sesampainya di Watu Payung pengunjung akan dikenakan biaya retribusi Rp 5.000 untuk tiap orangnya. Nama unik dari “Watu Payung’’ ini sebenarnya berasal dari adanya batu yang menyerupai payung yang dapat ditemui di dekat tempat parkir. Dari depan pintu masuk pengunjung akan disambut dengan gapura yang terbuat dari anyaman kayu. Pengunjung harus menyusuri hutan jati terlebih dahulu untuk menuju spot-spot foto berlatar perbukitan. Jika datang saat musim kemarau hutan jati akan terlihat lebih gersang. Akan tetapi jika datang pada musim penghujan tidak dapat menikmati indahnya matahari terbit dengan cerah. Wisata Geoforest Watu Payung sangat cocok dinikmati baik pada saat pagi maupun sore hari.

Fasilitas

Geoforest Watu Payung termasuk ekowisata yang masih baru namun, fasilitas di tempat wisata ini sudah cukup memadai untuk pengunjung. Fasilitas tersebut seperti tempat parkir yang luas, kamar mandi, musala, gazebo, tempat-tempat duduk dan spot-spot foto menarik tentunya. Di Geoforest Watu Payung juga disediakan tempat untuk kegiatan berkemah.

Spot foto unik berupa pohon yang menghadap ke baratSpot foto unik berupa pohon yang menghadap ke barat

Hal Menarik

Hal menarik yang bisa dilakukan di Geoforest Watu Payung adalah menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam. Tempat ini memang spesial karena dapat digunakan untuk melihat matahari terbit maupun matahari tenggelam dalam satu tempat. Untuk menikmati pesona matahari terbit maupun terbenam, pihak pengelola sudah menyediakan gardu pandang maupun tempat-tempat duduk. Tidak jarang banyak wisatawan yang memilih untuk berkemah di tempat ini supaya dapat menikmati pesona matahari terbit dan terbenam. Hal menarik lainnya dari Geoforest Watu Payung adalah spot-spot foto menarik dengan latar pemandangan perbukitan yang hijau. Jika beruntung dan datang di pagi hari akan mendapatkan foto dengan latar pemandangan kabut yang tebal seolah berada di atas kahyangan. Kabut dan perbukitan yang hijau inilah yang menjadi daya tarik lain dari tempat ini.

Matahari terbenam dari hutan jatiMatahari terbenam dari hutan jati

Spot unik yang menjadi favorit pengunjung yang datang adalah gardu pandang yang terbuat dari anyaman kayu dan mengarah ke perbukitan. Spot favorit lainnya adalah pohon unik yang terbuat dari anyaman kayu juga. Tidak hanya berlatar pemandangan perbukitan dan kabut tebal saja dari atas ketinggian Watu Payung pengunjung juga dapat melihat panorama Sungai Oya. Pada musim hujan sungai ini akan terlihat penuh dengan air yang bewarna coklat tetapi pada musim kemarau sungai ini cenderung kering.

Yuk segera masukkan ke dalam daftar destinasi wisata matahari terbit dan terbenam di Yogyakarta!!


Like it? Share with your friends!

0

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DON'T MISS